Universitas Islam Negeri (UIN) Madura merupakan salah satu perguruan tinggi keagamaan Islam negeri yang hadir sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan berbasis keislaman terintegratif. Sebagai institusi pendidikan tinggi yang tumbuh dari kultur religius dan budaya lokal Madura yang kuat, UIN Madura memiliki tanggung jawab besar untuk melahirkan generasi pendidik dan intelektual Muslim yang mampu menjawab tantangan zaman. Transformasi kelembagaan dari IAIN menjadi UIN Madura menunjukkan keseriusan lembaga ini dalam mengembangkan ilmu pengetahuan Islam yang tidak hanya bersifat normatif, tetapi juga integratif dengan ilmu-ilmu sosial, budaya, politik, dan teknologi.
Sejalan dengan transformasi tersebut, Pascasarjana UIN Madura terus mengembangkan portofolio program studi jenjang magister dan doktor sebagai wadah pengembangan ilmu lanjutan bagi akademisi, peneliti, pendidik, dan praktisi pendidikan Islam yang ingin memperdalam khazanah keilmuan Islam secara lebih komprehensif. Dalam kerangka pengembangan tersebut, Program Studi Doktor (S3) Pendidikan Agama Islam didirikan sebagai program studi baru pada Pascasarjana UIN Madura untuk menjawab kebutuhan akan sumber daya doktoral bidang pendidikan agama Islam yang mampu memimpin pengembangan teori dan praktik PAI di Indonesia, khususnya di kawasan Madura dan Jawa Timur, dan berkontribusi pada peradaban Islam Nusantara serta global.
Kehadiran Prodi S3 PAI sebagai program studi baru dilandasi oleh sejumlah pertimbangan strategis: (1) meningkatnya kebutuhan tenaga doktor bidang Pendidikan Agama Islam pada perguruan tinggi keagamaan Islam, sekolah/madrasah, dan pesantren di Madura, Jawa Timur, dan Indonesia bagian timur; (2) belum tersedianya program doktor PAI dengan penciri kitabi, madurologi, dan moderasi beragama secara terpadu pada perguruan tinggi keagamaan Islam di wilayah tersebut; (3) tersedianya kapasitas sumber daya akademik Pascasarjana UIN Madura yang terus tumbuh, meliputi guru besar, doktor, dan tenaga pendukung akademik yang memadai untuk mengelola program doktor bidang pendidikan agama Islam; serta (4) tuntutan penguatan tradisi keilmuan pendidikan Islam yang menggabungkan kekayaan khazanah intelektual klasik (turats/kitabi) dengan pendekatan ilmiah kontemporer dan nilai-nilai lokal Madura melalui paradigma madurologi.
Ketua Program Studi
Dr. Hj. Waqiatul Masrurah, M.Si